KEUTAMAAN BUKU DAN FAEDAH MEMBACA

13 05 2011

KEUTAMAAN BUKU

    Abu Ubaidah mengatakan bahwa al-Muhallab pernah    berkata kepada anak-anaknya dalam wasiatnya, “ wahai anak-anakku, janganlah kalian tinggal dipasar, kecuali dekat dengan pembuat baju besi dan pembuat kertas.”

Salah seorang sahabat pernah berkata kepadaku, “ saya membaca sebuah buku salah seorang Syaikh yang berasal dari syam yang di dalamnya berisi tentang catatan sejarah Ghathafaan. Katanta, “ semua kebajikan menjadi seirna kecuali di dalam buku-buku.”

Saya juga pernah mendengar al-Hasan al- Lu’lu’i berkata, “ saya melakukan perjalanan selama empat puluh tahun, dan saya tidak pernah tidur siang. Tidak pula pada malam hari dan tidak pula bersandar, kecuali buku saya selalu saya letakkan di dada.

Ibnu al-Jahm berkata, “ jika kantuk datang menyerang sebelum waktunya tidur, maka saya akan mengambil salah satu buku dari buku-buku hikmah. Dengan buku itu saya merasakan adanya gelora untuk mendapatkan nilai-nilai dan adanya kecintaan terhadap perbuatan-perbuatan baik yang menyeruak ketika saya mendapatkan sesuatu yang menarik, dan yang meliputi hati dengan kebahagiaan. Ketika perasaan hati dalam kondisi sangat senang, belajar dan membaca akan lebih punya kekuatan untuk membangunkan dari pada suara keledai dan bunyi reruntuhan yang mengejutkan.

Ibnu al-Jahm berkata lagi, “ saya sangat senang dan cinta kepada buku. Dan, bila saya berharap untuk mendapatkan manfaat darinya, maka anda akan melihat saya jam demi jam memriksa berapa halaman lagi yang tersisa, karena takutnya mendekati halaman terakhir. Dan, bila buku itu berjilid-jilid dengan jumlah halaman yang banyak, maka sempurnalah hidup ini dan lengkaplah kegembiraan ini.”

Al-Athabiy mengomentari sebuah buku yang ditulis oleh ulama-ulama terdahulu, “ sendainya bukan karena banyakny jumlah halaman pasti saya akan menyalinnya.”

Ibnu al-Jahm pun menimpali, “ tapi saya justru suka terhadap apa yang tidak anda sukai.”

Saya tidak pernah membaca satupun buku besar, kecuali saya dapatkan manfaat didalamnya. Dan tidak terhitung berapa banyak buku kecil yang saya baca ketika selesai membacanya saya tidak berbeda dengan ketika mulai membaca.

Sedangkan kitab yang paling mulia dan paling tinggi,

{ ini adalah sebuah kitab yang diturunkan kepadamu, maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir) dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman.} (QS. Al-A’raf:I)

FAEDAH MEMBACA

1. Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan, dan kesedihan.

2. membaca dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang bathil.

3. membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas.

4. membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan, dan menghiasinya dengan balaghah dan fashahah.

5. membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran, dan membersihkan hati nurani.

6. membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman.

7. dengan membaca orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak bestari, dan pemahaman ulama.

8. mematangkan kemampuan seseoran untuk mencari dan pemproses pengetahuan, untuk mepelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbesa, dan penerapannya dalam kehidupan nyata.

9. menambah keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan kaum muslimin. Sebab buku merupakan ; pemberi nasehat yang paling agung, pendorong jiwa yang paling besar, dan penyuruh kepada kabaikan yang paling bijaksanan.

10. membaca dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah, dan memanfaatkan waktu agar tidak terbuaang percuma.

11. membaca dapat membantu memahami ; proses terjadinya kata secara lebih detail, proses pembentukan kalimat, untuk menangkap konsep dan untuk memahami apa yang berada dibalik tulisan.

Seorang penyair mengatakan,

Kehidupan jiwa adalah konsep dan makna,

Bukan yang engkau makan dan minum.

Seluruh tulisan ini Dikutip dari judul buku La Tahzan karya fenomenal DR ‘Aidh al-Qarni, halaman 127 – 129. yang diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia oleh Samson Rahman, penerbit : Qisthi Press – Jakarta Timur.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: